choosing the perfect obgyn

Saat saya ketahuan hamil, hal krusial yang menjadi prioritas adalah menemukan dokter terbaik untuk mendampingi kehamilan saya. Dan sepanjang pengalaman saya mencari dokter yang sehati dengan keinginan saya sangat sekali tidak mudah. Tetapi selama kita tidak menyerah untuk mencari, pasti Tuhan akan menunjukkan yang terbaik, tentu dengan cara yang sangat misterius tetapi menyenangkan 

Dari testimoni teman, saya memantapkan hati untuk cek kehamilan di sebuah RSKIA di Babarsari. Berbekal hasil testpack dan pengetahuan tentang kehamilan yang memadai saya dan suami bergegas kesana. Untuk pertamakalinya, saya harus menelan kekecewaan karena dokter yang saya kunjungi pelit informasi, saya yang masih dalam kondisi bingung apakah saya beneran hamil atau tidak sama sekali tidak merasa diberikan pemahaman yang baik untuk menghandle kehamilan saya.

Anehnya juga, saya tidak di USG dalam kehamilan yang diperkirakan berumur 4 minggu ini, padahal teman saya di RSKIA yang sama dengan usia kehamilan yang sama di USG untuk melengkapi analisa dokter dan menurut saya sih memantapkan hati calon ibu, bahwa di rahimnya beneran telah bersemayam seorang calon bayi. Dokter tersebut ( yang pada akhirnya beberapa kali saya jumpai di kontrol selanjutnya) mengatakan: Kalau hasil testpack positif, ya sudah pasti Anda hamil. *sigh, kalau hanya itu informasi yang ingin di bagi mending saya tak usah repot-repot ketemu dokter kandungan. Tak lama saya diberi vitamin dan pulanglah saya dengan hati yang tidak rela *dramatisasi pertama

Continue reading

oleh oleh unik dari Pacitan :)

Sudah lama sekali, saya tak sempat mudik ke Pacitan. Terakhir mudik sewaktu ke Banyu Anget dan pingsan di goncengan suami, bawaan hamil muda he..he.

Akhir pekan di awal juli kemarin, kami akhirnya mudik kembali ke Pacitan. Saya naik travel yang melonjak-lonjak di jalanan yang tak sekedar naik turun, tetapi sekaligus berlobang. Bahkan di perbatasan Jogja-Jateng-Jatim jalan yang rusak, lobang-lobangnya melebihin badan jalan yang mulus (sigh). Sementara lelakiku naik motor, yang pastinya akan lebih dulu sampai di sana.

Hampir masuk kota, mata saya menangkap sebuah baliho rokok yang mencolok mata. Dominasi warnanya sih terasa familiar, tetapi ketika di amati ternyata brand rokok tersebut adalah GEO. Sebelumnya saya belum kenal brand ini, sama kasusnya seperti dulu pas saya mudik ke Pacitan, di beberapa pinggiran perbatasan ada umbul-umbul rokok POLO. Tak seberapa lama kemudian POLO ada dimana-mana termasuk di Jogja sendiri. Nah GEO ini entah akan berekspansi ke kota atau berhenti di Pacitan saja, saya kurang tahu. Continue reading

Orang-orang berhati nyaman di Jogja

Senin yang sedikit kepagian, saya melaju santai menuju kantor. Sengaja tak cepat-cepat agar sesampai di kantor, agar saya tak jadi orang yang pertama datang.

Matic andalan yang lancar dan gesit tiba-tiba terasa aneh ketika saya melewati Mirota Bakery Kotabaru. Mulai sedikit panik, tapi saya pasang acting santai.Eh makin lama kok makin susah menggerakkan motor, bahkan gas pol juga tak mampu membuat roda depan melaju, malah makin seret. Wah saatnya panik nih, siap-siap kalau motor berhenti mendadak.

Eh, tak dinyana tau-tau ada polisi mengejar pengendara motor, menyalip saya. Ah saat yang tak terlalu tepat untuk panik dan tergopoh-gopoh minggir, karena sepertinya pengendara motor tersebut lebih panik dari saya, dan mungkin beberapa lembar rupiah di dompetnya sudah tak sabar berpindah tangan he..he…

Duh, saya harus fokus pada masalah saya, dan segera saya pelan-pelan minggir . Aih benar saja, motor terhenti ada sedikit bau menyeruak seperti terbakar. Motor langsung saya off kan dan segera saya menelpon suami agar segera datang membantu.

Bagi yang melintas jalan Sudirman arah ke Tugu jam 9-9.30, akan melihat seorang perempuan berjaket tebal, dengan perut buncit berdiri di samping motor macet di samping kedai stempel. Hmmm…

Continue reading

eh…salon harto

Sebenarnya agak nggak penting postingan ini :p
Tetapi saya tergelitik untuk menulisnya, just to share and no offense please :)
Sejak saya pindah di di daerah wonocatur, setiap harinya saya nyebrang ring road timur untuk menyusuri jalan Wonocatur yang akan nembus ke perempatan Gedong Kuning. Dan setiap kali melintasi mulut jalan wonocatur tersebut, pasti saya menyempatkan untuk mengamati salon di pojok pengkolan. benar-benar pas pojok jalan, sehingga mau tak mau arah pandangan mata saya fokus ke situ.
Kalaupun di amati salonnya terlihat biasa saja, terlalu biasa malah. yang bikin saya penasaran adalah namanya, yaitu SALON HARTO :)
hellooo….. ! Bukannya salon itu identik dengan sesuatu yang cantik, dan Harto?! aih…. terdengar cantikkah itu?

Continue reading

travelling a bit of pacitan

dulu, mimpi kami selalu membuncah untuk merencanakan honeymoon ala backpacker mengintari pantai lepas di luar pulau. kami menunggu waktu sembari mencoba menghimpun rupiah. tetapi pada akhirnya kami harus tunduk pada rencana lain. mimpi indah terpanggang di bawah matahari perlahan pudar oleh angkuhnya waktu yang tak kuasa kami taklukkan serta rupiah yang tak kunjung mengendap tenang.
hingga,
awal bulan ini kami akhirnya mempunyai kesempatan untuk merealisasikannya. tepatnya, ada sebuah pembenaran untuk dijadikan alasan kuat melakukan perjalanan untuk merayakan pengulangan umur yang terus mengurangi jatah umur saya.
berhubung hamil muda, perbekalan saya super lengkap, bertamasyalah saya, suami dan our lovely fetus menuju pesisir pantai Pacitan. Continue reading

g a l a u

berat menghalau lamunan yang bergelayut manja !

meretas realitas yang terhampar di depan mata,

yang seolah enggan mencair dan masih saja membeku pongah.

saya sajakah yang mengharu biru di kubikel ini?

pada sebuah ruang tembus pandang yang tak kuasakan sembunyikan apapun yang menghuni kedalamannya.

kecuali hanya satu, yang tak terjamah. yakni RASA!

yang tak terperdaya dengan ratusan janji surga,

tak terpesonakan oleh ragam cara mengumbar citra

semuanya semu  yang memancar dari muka para ketua yang abu-abu

hey, lihatlah disini!

sebuah bingkisan manis berisi serapah buat para pengumbar citra

yang keseringan lupa menjejakkan kakinya di pekarangan rumahnya

yang tak mampu di selami oleh beningnya kaca yang mengelilingi rapat-rapat.

sadarkan para penghamba puji itu, duh Gusti.

person with no (updating) status

namanya Masmio a.k.a miyono, kadang-kadang kalau dia lagi gondrong suka di panggil the last samurai, soalnya kibaran rambutnya kalo di plesetkan mirip Tom Cruise versi agraris :p

Masmio adalah salah satu teman kantor yang bertugas sebagai pendekar pembersih. Berpostur kecil kurus, jasa Masmio luar biasa karena bertanggungajawab penuh agar tidak meninggalkan kotoran dimanapun. Masmio adalah orang yang pertamakali datang, 1 sampai 2 jam lebih awal.

Seisi kantor saya, kecuali husni & masmio, adalah pemakai aktif situs adiktif bernama facebook. Sangat menyenangkan untuk saling berinteraksi melalui fb, dari mentertawakan status sampai saling mencela adalah aktivitas favorit di fb. Komen saya dan teman-teman terbang ke server fb yang mungkin ada di amerika sana hingga membuat saya dan teman-teman sekantor tertawa terbahak di depan monitor kami. Ironisnya, saya dan teman-teman ada di kantor yang sama, meja kami bersebelahan tetapi kadang kami memilih bertegursapa via fb. Bagi saya fb disini adalah candu yang menghangatkan pertemanan kami. Membuat interaksi secara langsung, lebih hidup karena sudah melakukan pemanasan melalui fb.
Continue reading

belajar dari Merapi

Jogja, 26 oktober 2010 …

Panas dan luarbiasa menyengat, cahaya siang yang menghujam di kulit yang terlapisi jaket terasa pedih dan bagai mendidihkan kelembaban dibawahnya, kebanyakan dari kami mengeluh. kepanasan.

Tak lama panas mengubah cuaca menjadi mendung dan buliran air deras menjatuhi bumi, tak ketinggalan sebuah keluhan terucap karena badan terlanjur kuyup.

Kemudian sampailah di penghujung hari , ternyata Merapi, si legenda hidup itu kembali menghidupkan bermacam kisah mengenai letusannya yang sudah berlangsung berkali-kali sebelumnya.
Continue reading