banyak teman saya yang keranjingan bersosialisasi di dunia maya, satu nama account untuk berbagai layanan jejaring sosial yang mungkin sudah tidak terhitung lagi dengan satu tangan. dan saya sendiri kadang jengah melihat banyak waktu tersita untuk kesibukan mengakses situs-situs pertemanan itu satu-satu, meng-update informasi dan menyalurkan keingintahuan akan kegiatan dan status teman-teman dalam listnya. penting banget orang tahu kamu lagi apa <—pesan sebuah iklan, aduuuuuuh ><
Wooooow….
terlepas dari suka dan tidak suka, beberapa hari terakhir ini saya sibuk mendelete account pertemanan online saya. dengan sebuah alasan pasti, saya sudah merasa ribet sendiri, merasa sudah terlalu banyak situs yang saya punya dan saya tidak punya banyak waktu untuk memaintain dan ngurusin semuanya.
Disamping itu, mungkin karena kadar kenarsisan saya yang rendah sekali, saya tidak terlalu suka mengumbar kegiatan, kesibukan saya, perasaan saya, dan detil info personal saya dalam situs-situs tersebut. Saya sudah cukup sibuk dengan pekerjaan saya, aktivitas saya dan pola sosialisasi konvensional ( pertemuan antar teman secara langsung), dan saya menikmati kehidupan saya yang seperti itu. dan situs pertemanan yang saya pertahankan sampai saat ini saya rasa cukup untuk mewakili sosialisasi online dan menjalin silaturahmi dengan teman-teman yang tidak sempat saya sambangi setiap hari.
prinsip saya, saya yang mengontrol situs-situs pertemanan tersebut, bukan saya yang harus di paksa untuk meng-update apapun agar selalu terlihat eksis. he..he… dan saya juga yang memutuskan situs apa yang lebih banyak manfaatnya buat saya .
Kadang-kadang kalau melihat orang sibuk pamer kemesraan dengan kekasih hatinya di media online, saya jengah sendiri, bukannya ada media yang lebih personal seperti lewat handphone, email, chatting atau SMS kan malah lebih tepat sasaran. tapi mungkin butuh di perhatikan oleh orang lain bagi mereka merupakan kebutuhan pokok yang tidak terkira he..he..he… kasihan banget sih .
dan beruntungnya saya, karena pasangan saya juga tidak suka pamer status dan kemesraan secara salah tempat. jadi memudahkan saya untuk tidak latah pamer eksistansi dan romantisme dimana-mana. apa yang penting buat kita bisa jadi tidak menarik untuk orang lain, itu pemahaman kami yang ternyata sama.
Tentang pamer romantisme…
menurut saya, rasa sebuah pelukan hangat tidak akan terwakili oleh icon emoticon maupun barisan kalimat dalam sebuah status, ahaaaiy…. saya sudah di limpahi oleh banyak kasih sayang, perhatian dan hujan pelukan setiap harinya. yang saya tahu, hanya pantas saya nikmati sendiri, dan tidak penting untuk di gembar-gemborkan kepada orang lain lewat apapun. saru kalau orang jawa bilang :p
Pada intinya, saya ingin tetap bijak membuat status, bisa memilih topik yang berhubungan dengan kepentingan orang lain, bukan melulu ego sentris. saya tidak perlu berteriak untuk diperhatikan saya sedang apa. Pastinya ada banyak teman yang available untuk saling berbagi manfaat di sekitar saya kan. paling enak memang berkomunikasi dengan hati lewat media apapun. lebih bermanfaat dan tidak melulu mengekspos diri sendiri yang mungkin akan terlihat wagu<—- dwuuuh kaya kantor aku nihh
so, saat ini saya merasa sudah cukup mempunyai account di
![]()
![]()
dan (
masih di pertahankan karena vintage sekali, situs pertemanan pertamaku
)
lega sekali sudah tidak mempunyai terlalu banyak account yang tak sempat kebagian perhatian untuk di urus . selamat tinggal multiply, my space, hi5, tagged, flixter,dan lain-lainnya. Pada akhirnya, saya juga bangga saya tidak lagi punya ![]()
Ini melegakan sekali, ayeyey!
SO, DON’T FOLLOW ME …
harusnya ada hari dimana semua orang puasa dari yang namanya social networking bersifat maya and back to reality life. nice post…
yup, kadang lebih menyenangkan berinteraksi dengan manusia nyata di banding monitor komputer
terimakasih sudah berkunjung