kingkong phobia

meminjam istilahnya husni, yak betul…judul yg paling tepat adalah phobia kingkong.

 

Kingkomp adalah communications theme untuk sebuah eksibisi komputer yang mengklaim menjadi yang terbesar, terlengkap dan terbanyak. Tahun ini adalah yg kedelapan kalinya, dan krn grand theme pameran adalah tentang film, maka melalui proses yang tidak terlalu berbelit di awal terpilihlah Kingkomp sebagai ambassador komunikasinya, dari pilihan ET dan Well-E.

Jurnal accountku mencatat, pekerjaan ini dimulai sejak tgl 9 september dan baru aja berakhir kemarin tanggal 5 nov. Thanks God, finally it’s all over J

Alur kerja agak tidak terkendali sejak memasuki tgl 25an sept.

Sebenarnya pekerjaan selanjutnya hanyalah membuat desain turunan untuk masing-masing media yang luar biasa banyaknya itu, dari outdoor, merchandise dan printed materials-nya.

Tetapi sepanjang pelaksanaannya ternyata ga semudah itu. Beberapa kendala yang sangat mengganggu adalah brief yang tidak jelas ( ini pasti salahnya client service yang bersangkutan, which is myself).  Tapi, dalam rangka tidak membela diri, client juga punya andil yang sangat besar untuk berperan terhadap keberlangsungan projek akan berjalan dengan baik ataukah tersendat.

Penjelasannya seperti ini, yg jadi key person di sini adalah tipikal orang yang pengen terlibat penuh dalam proses kreatif ( kadang dia nungguin kita lg ngedesain, yg dalam aturan sangat tidak di anjutkan), kemudian tidak punya pola & perencanaan yang baik dan inkonsisten mengenai desain.

Contoh kejadiannya seperti ini,

Desain untuk outdoor ( setiap jenis media ada lebih dr 10 desain), akan kami buatkan desain dasarnya, tinggal memasukkan sponsorship. Tapi list / logo sponsor akan masuk menjelang deadline, yang tentunya sangat merepotkan aku & team krn sudah kita persiapkan sejak awal. List logo itu belum di distribusikan per media, dan sayalah yang di minta membagi sponsor ke masing2 media dengan merata. Oh iya, file list sponsor yang di kasih ke saya adalah tulisan tangan yang di masukkan dalam tabel yang dibuat manual dengan penggaris panjang.

Dalam hati aku sempet geli sendiri, katanya pameran komputer ter…ter…kok sistemnya sangat tidak computerized ya. Gubrak.

Hal yang sangat tidak efisien adalah kesepuluh desain harus di mintakan approval plus sponsor2nya, itu yang bikin repot. Karena lebih efisien kalau satu desain per media di mintakan approval kl OK, baru di lanjutkan sesuai jumlah yang di perlukan.

Dan yang sangat tidak konsisten adalah, ketika desain sudah di setujui key person, dan di ubah sesuai request key person, bisa jadi pada akhirnya desain akan tetap berubah karena tidak sesuai dengan kemauan pimpinannya. Benar2 merepotkan seluruh tim.

Sadisnya lagi, pernah sebuah desain sudah jelas2 di tandatangani oleh sang keyperson menyatakan persetujuannya, yang artinya udah final, beberapa jam bahkan menit kemudian akan berubah karena dia akan sibuk nelp dan sms à mba di tambahin ini ya, logo ini belum masuk, frame-nya di hilangkan saja dll…@!#$$!!!

Jadi approval form itu tidak mempunyai kekuatan hukum sama sekali sodara-sodara.

Ada sebuah hal fatal yang kejadian, kita pernah buat 2 buah output desain yang tidak ada logo penyelenggara maupun judul event ini. Ha..ha..ha….( aku akhirnya tertawa mengenangnya).

Kesalahan kita sih, tetapi selama proses desain ada keyperson yang nungguin dan menyatakan persetujuannya. Waktunya yang ga produktif, menjelang dini hari krn kalau udah jam bubar kantor mereka baru pada heboh untuk revisi, nambah ini dan itu, hingga aku yang pontang-panting konfirm ke media kl nyangkut masalah placement.

Dan hasilnya, aku mendapat sms dan telpon teror yang menyatakan kekecewaanya. Untungnya sms ku balas dengan penjelasan betapa proses dan kesalahan ini tidak bisa sepenuhnya di timpakan ke petakumpet, krn ada orang yang ngongkrongin kerjaan ini. Tp mata mengantuk kita mungkin sama2 ga ngelihat bahwa ada logo penting yang tidak ikutan nongkrong di desain itu :p

( btw, sms ga penting itu masih ku simpan, mayan buat kenang-kenangan) dan ada beberapa telpon yang dengan sengaja tidak ku angkat, dari pada ga mood dimaki-maki orang mending ga usah di angkat. He..he…im sorry pak! Saya harus menjaga supaya sy ga ilfeel trs malah ga mood ngerjain projeknya.

Sampai pas malam hari H, aku ketemu dengan bapak peneror itu, terlihat betapa dia juga ga terlalu nyaman ketemu dan terpaksa berhubungan denganku. Wew…aku malah sebuk senyam-senyum inget sms-nya yang masih stay manis di inbox L6-ku.

 

Perkerjaan ini ternyata menimbulkan efek samping yang ga oke. Terutama di tim ( bima, emir, trs switch ke garis dan akhirnya mendarat di tangan dedy). Phobia Kingkomp adalah julukan kweeereeen :p untuk menyebut efek samping dari pengerjaan projek ini. Yang pasti kita semua sakit jiwa, antara depresi dan ga terima. Betapa klien yang ga aware dengan desain dan ketidaktahuannya merepotkan kami semua. Ada yang terserang penyakit cemberut bulanan, obral caci dan makian, sakità yups garis ampe sakit dan ga masuk sehari, meriang panas dingin karena badan di paksa terjaga ampe dini hari dan kurang tidur.

Dan pada akhirnya semua selesai. Yap, Allhamdulillah J aku bisa menikmati hidup indah ini. Setelah mayan lama ga bersosialisasi ( temen udah pada cabut dari jokja semua), lama ga ngupi juga. Dan ampe lupa rasanya punya laki kaya apa?!  Ky lakinya inget aja wkwkwkwk…

Ya sudahlah, bagaimanapun ini proses yang emng harus di jalani sampai selesai. Setidaknya bisa buat belajar sabar ( walopun ga berhasil), paling engga bisa numpahin emosi yang biasanya ga tersalurkan😛

Semoga ku tak bertemu kingkomp lagi di waktu2 mendatang wkwkwkwk

 

 

2 thoughts on “kingkong phobia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s