person with no (updating) status

namanya Masmio a.k.a miyono, kadang-kadang kalau dia lagi gondrong suka di panggil the last samurai, soalnya kibaran rambutnya kalo di plesetkan mirip Tom Cruise versi agraris :p

Masmio adalah salah satu teman kantor yang bertugas sebagai pendekar pembersih. Berpostur kecil kurus, jasa Masmio luar biasa karena bertanggungajawab penuh agar tidak meninggalkan kotoran dimanapun. Masmio adalah orang yang pertamakali datang, 1 sampai 2 jam lebih awal.

Seisi kantor saya, kecuali husni & masmio, adalah pemakai aktif situs adiktif bernama facebook. Sangat menyenangkan untuk saling berinteraksi melalui fb, dari mentertawakan status sampai saling mencela adalah aktivitas favorit di fb. Komen saya dan teman-teman terbang ke server fb yang mungkin ada di amerika sana hingga membuat saya dan teman-teman sekantor tertawa terbahak di depan monitor kami. Ironisnya, saya dan teman-teman ada di kantor yang sama, meja kami bersebelahan tetapi kadang kami memilih bertegursapa via fb. Bagi saya fb disini adalah candu yang menghangatkan pertemanan kami. Membuat interaksi secara langsung, lebih hidup karena sudah melakukan pemanasan melalui fb.

Walaupun tidak semua maupeduli sama mas Mark Zuckerberg sebagai penemunya. Selain itu, hampir semua teman saya diluar komunitas karir juga pemakai fb. Menjadi pemakai aktif FB memang asik, keren dan menyenangkan saling terkoneksi dengan teman untuk mengeratkan persahabatan.
Ingin rasanya, menjadi masmio yang mungkin tidak tahu fb, tidak merasa perlu untuk ngomong ke seluruh teman-temannya bahwa dia masuk jam 7 pagi dan menjadi orang pertama yang masuk dan segera melakukan pembersihan yang ketika semua orang masuk kantor tahunya hanya bersih, dan tidak sempat melihat kotor yang sudah sejak subuh debu-demi debunya diseka berulang-ulang.

Saya ngiri sama mas mio, yang setiap tetes keringatnya tidak di pamerkan ke hadapan publik. Tak merasa penting untuk curhat dan diperhatikan, aiiih.

Masmio tetap eksis tanpa deretan komen dan acungan jempol like this.

Dapatkan Masmio dijadikan sebuah refleksi agar saya mau melakukan sesuatu yang besar, tanpa merengek dan mengeluh dengan cengeng?

Atau yang terpenting, tanpa ingin pamer untuk menarik simpati dunia? Hingga dalam sehari meng-update statusnya setiap melakukan kegiatan, siapa yang peduli?!
Bahkan, Sebuah aktivitas perusahaan maupun personaliti seorang pimpinan dapat dengan mudah bisa di akses oleh publik dari status-status pekerjanya, dan mungkin itu tak selalu baik.

Mungkin itu pilihan, bagi seseorang untuk menjadi banci status :p

Baiklah, kata banci  status mungkin tidak layak pakai karena bisa jadi label ini akan membuat beberapa orang tak suka dengan apa yang saya tulis, dan bahkan benci setengah mati. Tetapi sungguh, saya tidak bisa menemukan padanan untuk menyebut orang-orang itu he..he…

semoga, saya bukan jadi salah satu dari mereka, Amiiiien.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s