travelling a bit of pacitan

dulu, mimpi kami selalu membuncah untuk merencanakan honeymoon ala backpacker mengintari pantai lepas di luar pulau. kami menunggu waktu sembari mencoba menghimpun rupiah. tetapi pada akhirnya kami harus tunduk pada rencana lain. mimpi indah terpanggang di bawah matahari perlahan pudar oleh angkuhnya waktu yang tak kuasa kami taklukkan serta rupiah yang tak kunjung mengendap tenang.
hingga,
awal bulan ini kami akhirnya mempunyai kesempatan untuk merealisasikannya. tepatnya, ada sebuah pembenaran untuk dijadikan alasan kuat melakukan perjalanan untuk merayakan pengulangan umur yang terus mengurangi jatah umur saya.
berhubung hamil muda, perbekalan saya super lengkap, bertamasyalah saya, suami dan our lovely fetus menuju pesisir pantai Pacitan.
Siang tiba disana menuju Pantai Teleng Ria, yang sudah di kelola dengan manajemen yang lebih profesional. Langsung menuju Happy Bay Beach Bungalows. Sebuah penginapan tepat di depan pantai Teleng. Sayang kami tidak berhasil mendapatkan kamar deretan paling depan, meski 3 minggu sebelumnya kami booking.
Sebuah penginapan sederhana, tapi lumayanlah untuk harga rp. 75.000,- semalam. tanpa tambahan hiburan dan tak ada breakfast, tapi bersih dan rapi.

Setelah check in sambil mengamati bule-bule yang tengah nge-bir di siang yang terik di depan meja resepsionis, kami bergegas ke rumah Slagi. Menikmati nasi tiwul yang sebelumnya asing dan sukses bikin saya ketagihan. Tiwul pecel dan ayam panggang adalah sebuah kesempurnaan yang saya temukan di pacitan sini🙂

malamnya, kami bersegera kembali ke bungalow, kemudian menikmati coklat panas di Sea View Resto. Sea View lebih tertata karena masih satu manajemen dengan Pantai Teleng Ria. Suasana terasa hidup karena para bule yang berdansa-dansi di iringi live music setiap malam.
Sudah hampir jam setengah 12, kami bergegas balik ke kamar. obrolan panjang lebar dan sebuah bisikan selamat ulang tahun sukses mengantarkan saya tertidur pulas sampai pagi hari.
Paginya, tanpa sarapan kami langsung menuju ke Banyu Anget. Sebuah pemandian air hangat yang kurang lebih kami jangkau selama 1 jam perjalanan. Airnya menurut saya tidak hangat, melainkan panas membuat saya tidak betah lama-lama.
Setelah acara berendam yang tak lama itu, tiba-tiba saya merasakan kelelahan yang luar biasa. Kono karena saya tidak kuat dengan bau belerang yang menyengat disamping kehamilan saya. Hingga akhirnya kami memutuskan perjalanan menyusuri pacitan sampai di Banyu Anget saja.
Rencana untuk menikmati keelokan Pantai Srau kami endapkan, untuk menunggu waktu yang tepat bagi kami mengelilingi Pacitan dan melahap keindahannya.
semoga saja🙂
Tunggu saja, kami pasti akan datang lagi🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s