eh…salon harto

Sebenarnya agak nggak penting postingan ini :p
Tetapi saya tergelitik untuk menulisnya, just to share and no offense please🙂
Sejak saya pindah di di daerah wonocatur, setiap harinya saya nyebrang ring road timur untuk menyusuri jalan Wonocatur yang akan nembus ke perempatan Gedong Kuning. Dan setiap kali melintasi mulut jalan wonocatur tersebut, pasti saya menyempatkan untuk mengamati salon di pojok pengkolan. benar-benar pas pojok jalan, sehingga mau tak mau arah pandangan mata saya fokus ke situ.
Kalaupun di amati salonnya terlihat biasa saja, terlalu biasa malah. yang bikin saya penasaran adalah namanya, yaitu SALON HARTO🙂
hellooo….. ! Bukannya salon itu identik dengan sesuatu yang cantik, dan Harto?! aih…. terdengar cantikkah itu?

Sebagai penyuka perawatan di salon, saya kok nggak tertarik untuk masuk dan nyalon di situ ya? Bayangan saya, ketika saya masuk saya akan disambut oleh seorang bapak-bapak setengah baya dan sedikit botak yang akan memotong rambut saya dengan sadis, memijat kulit kepala saya dengan kasar, berbicara sedikit dengan suara berat dan hal lain yang saya coba imajikan mengenai sesuatu yang ‘harto’sekali he..he…
Herannya, kenapa sih kok Harto tidak di ubah jadi Harti aja, meski terdengar kuat unsur lokalnya, paling tidak masih terasa cantik lah. * Sambil ngebayangin Ibu Harti yang bersanggul kecil manis, dengan dress kembang-kembang, ramah melayani setiap pengunjung salon yang mungkin kebanyakan adalah ibu-ibu dengan derai suara yang ceriwis🙂 he..he..
saya jadi sibuk membandingkan Salon Harto ini, dengan salon-salon yang kadang saya kunjungi. Dulu sewaktu saya masih SD sampai SMP, Ibu saya selalu memotong rambut saya di Salon Lady di Muntilan, setelah saya bisa milih salon sendiri saya selalu mengunjungi salon bernama feminim yang ketika namanya disebut, namanya terdengar cantik dan saya tidak berat hati untuk melangkah kesana.
Mungkin, saya sudah teracuni dengan konsep pencitraan yang cenderung melebih-lebihkan sesuatu, hingga pikiran saya tidak sesederhana pemilik salon Harto itu. Bisa jadi nama Harto adalah namanya, mungkin dia straight jadi tidak perlu me-remake nama salonnya menjadi nama yang sedikit ‘goyang’ seperti harce atau harci he..he…
atau bisa jadi dia terinspirasi dari nama mantan presiden (Alm) Suharto, yang pesonanya tidak lekang untuk sebagian orang. Atau siapa kek🙂
Saya tidak tahu, dan kali ini saya belum ingin tahu, jadi saya belum akan menuntaskan keingintahuan saya mengenai misteri nama Salon Harto tersebut dengan nekat mengunjungi salon itu. Saya masih keder :p
semoga suatu hari nanti, saya akan tahu. dan suatu hari nanti saya akan beranikan diri saya memfoto papan nama Salon Harto🙂 semoga yang punya tidak marah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s