Orang-orang berhati nyaman di Jogja

Senin yang sedikit kepagian, saya melaju santai menuju kantor. Sengaja tak cepat-cepat agar sesampai di kantor, agar saya tak jadi orang yang pertama datang.

Matic andalan yang lancar dan gesit tiba-tiba terasa aneh ketika saya melewati Mirota Bakery Kotabaru. Mulai sedikit panik, tapi saya pasang acting santai.Eh makin lama kok makin susah menggerakkan motor, bahkan gas pol juga tak mampu membuat roda depan melaju, malah makin seret. Wah saatnya panik nih, siap-siap kalau motor berhenti mendadak.

Eh, tak dinyana tau-tau ada polisi mengejar pengendara motor, menyalip saya. Ah saat yang tak terlalu tepat untuk panik dan tergopoh-gopoh minggir, karena sepertinya pengendara motor tersebut lebih panik dari saya, dan mungkin beberapa lembar rupiah di dompetnya sudah tak sabar berpindah tangan he..he…

Duh, saya harus fokus pada masalah saya, dan segera saya pelan-pelan minggir . Aih benar saja, motor terhenti ada sedikit bau menyeruak seperti terbakar. Motor langsung saya off kan dan segera saya menelpon suami agar segera datang membantu.

Bagi yang melintas jalan Sudirman arah ke Tugu jam 9-9.30, akan melihat seorang perempuan berjaket tebal, dengan perut buncit berdiri di samping motor macet di samping kedai stempel. Hmmm…

Tak lama, saya dihampiri sang penjual stempel yang mangkal di samping Kedai tiga Nyonya. Dan Allhamdulillah, dengan ringan hati mas-mas baik hati tersebut berkenan membantu saya. Dengan sedikit penjelasan teknis yang tidak saya pahami, dia mengatakan kalau ada sumbatan udara yang menghambat jalannya oli ke rem depan. Berbekal obeng atau apalah namanya dia mengendorkan katup tersebut dan benar saja, asap langsung keluar dan panas. Hingga sebotol minuman mineral di semprotkan untuk mendinginkan.

Tak seberapa lama kemudian, ada pengendara matic bergoncengan yang berbalik arah. Menanyakan ada apa dengan (cinta)matic saya? Dijelaskan sedikit sama mas penjual stempel dan pengendara motor memberikan sedikit tipsnya. Saya hanya menyimak, pasrah🙂

Kemudian setelah itu, matic saya di cek oleh si mas-mas, ternyata sudah kembali ganteng😉 dengan mengucapkan banyak terimakasih, saya kembali berdiri manis di samping matic menunggu suami yang mungkin ngebut dari kantornya di Glagah sari sana. Mas stempel kembali ke lapaknya dengan cool.

Allhamdulillah, saya merasa sangat di berkahi di awal minggu ini, pagi yang sibuk ini, Tuhan menunjukkkan orang-orang murah hati yang sedia membantu orang lain yang terlihat tidak perform dalam mengelola masalahnya. Semoga mereka mendapatkan rejeki yang cukup dan Tuhan senantiasa menjaga hati-hati nyaman mereka .amiiin

 

Setelah matic kembali ngganteng, mata saya meneliti wajah-wajah yang melintas, dan itu diaa….. suami saya terlihat dari kejauhan. Saya siap melambai untuk memudahkan dia mengenali saya di jalan yang padat. Eh, kok kenceng amat motornya, dan …… dia melanju dengan KENCHAAAAAANG melewati tempat saya berdiri.

Lhah…. piye to iki?!!!

Saya segera berteriak tak kalah KENCHAAAANG : Mmuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaassssssssssssss!!!!

Dan berhasil…berhasil…berhasil….! dia tolah toleh :))

Entah apa yang berhasil membuat suami saya menyadari saya ada di pinggir jalan yang di lewatinya dengan ngebut, apakah dia akhirnya melihat Kedai Tiga Nyonya yang jadi ancer-ancer  saya atau juga lengkingan suara saya yang mampu mencuri posisi di gendang telinganya.

Sepakatlah kami untuk bertukar motor, saya bawa motornya walau tak mahir, tapi tidak merepotkan. Dan suami bawa si matic tampan ke bengkel sekalian balik ke kantor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s