oleh oleh unik dari Pacitan :)

Sudah lama sekali, saya tak sempat mudik ke Pacitan. Terakhir mudik sewaktu ke Banyu Anget dan pingsan di goncengan suami, bawaan hamil muda he..he.

Akhir pekan di awal juli kemarin, kami akhirnya mudik kembali ke Pacitan. Saya naik travel yang melonjak-lonjak di jalanan yang tak sekedar naik turun, tetapi sekaligus berlobang. Bahkan di perbatasan Jogja-Jateng-Jatim jalan yang rusak, lobang-lobangnya melebihin badan jalan yang mulus (sigh). Sementara lelakiku naik motor, yang pastinya akan lebih dulu sampai di sana.

Hampir masuk kota, mata saya menangkap sebuah baliho rokok yang mencolok mata. Dominasi warnanya sih terasa familiar, tetapi ketika di amati ternyata brand rokok tersebut adalah GEO. Sebelumnya saya belum kenal brand ini, sama kasusnya seperti dulu pas saya mudik ke Pacitan, di beberapa pinggiran perbatasan ada umbul-umbul rokok POLO. Tak seberapa lama kemudian POLO ada dimana-mana termasuk di Jogja sendiri. Nah GEO ini entah akan berekspansi ke kota atau berhenti di Pacitan saja, saya kurang tahu.

Sesampai di kota, suami saya yang ternyata melihat baliho yang sama tertarik untuk mencoba GEO. Rasa penasaran terjawab dengan mengamat-amati GEO yang ternyata di produksi oleh sebuah perusahaan rokok dari Demak ( kok Demak? Oh….mungkin Demak dekat dengan Kudus, jadi aroma industri rokoknya menyebar ke kota tetangga ya –>hipotesa sepihak he..he..). Sayang lelakiku hanya menyulut beberapa batang GEO, dan sepertinya tak kuasa menghabiskan sebungkus penuh. Entah seperti apa rasanya.

Minggunya, kami berjalan berdua-duaan, setelah membeli beberapa lembar batik tulis Pacitan, kami ke tempat beberapa saudara di Galit, Kebon Agung. Desa yang masih desa sekali, jauh, agak berdebu mungkin karena musim kemarau, dan didepan setiap rumah terdapat banyak sayuran yang di tanam dengan polybag. Pemandangan baru yang saya lihat semenjak saya masuk wilayah Pacitan, dari jalan raya terlihat seragam, setiap rumah mempunyai rak tanaman pohon yang terlihat hijau dan segar.

Di tempat bude, tak sengaja menemukan botol lotion yang sepertinya baru saja di pakai. Aih namanya itu, Lotion sidia he..he.. yang membuat kulit lembut, kulitnya siapa? Sidia? Lhah bukan kulit saya to, trus gimana?

Entah.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s