resign to RESHINE

Sudah 2 bulan lebih saya memerdekakan diri saya dari rutinitas kantoran dimana perjalanan karir saya dimulai sekitar thn 2001 dulu. Beragam alasan menjadi pembenaran keputusan saya (yang Alhamdulillah dipahami dengan baik oleh suami).
Sebenarnya keinginan untuk resign dari kantor terakhir saya itu sudah muncul lama sekali, mulai terbersit ketika Layang Satya Katara lahir dan menambah kebahagiaan kami. Rasanya kok saya tidak cukup rela untuk meninggalkannya bekerja. Tetapi saat itu hasrat resign serta merta luruh ketika saya bertemu Mbak Rini yang berbesar hati untuk membantu saya mengasuh Layang seperti anaknya sendiri ketika saya dan suami harus meninggalkan rumah untuk bekerja. Alhamdulillah.

Beberapa bulan berjalan setelah saya kembali aktif bekerja seusai cuti hamil, muncul repetisi masalah klasik yang dulu pernah terjadi di kantor ini. Mungkin mulai dari pertengahan tahun hingga September lalu kening seluruh penghuni ruangan berwarna orange itu tiba-tiba merasakan pening yang tidak terobati dengan obat sakit kepala yang populer di iklan tivi.
Kami resah dengan masa depan, galau dengan tagihan rutin serta gelisah membayangkan keluarga dirumah. Baca lebih lanjut

chocholate & (not) a valentine

Sebuah break manis menghentikan rutinitas pagiku hari ini
Sebuah coklat berpita dari suami :) niatnya sih selametan valentine (* kok selametan ya he..he…) rasanya wagu sekali, suami saya yang tak sedikitpun punya bakat romantis, mau-maunya nyempetin beli coklat buat saya dan kok gak malu gitu. Saya saja yang di kasih surprise ala ABG ini tak kuasa menahan malu dan sayapun tertawa terkekeh-kekeh:))
Selain itu, memang hari ini luar biasa spesial, Layang yang sangat kami sayang genap berusia 4 bulan, Allhamdulillah. dan hati saya pun bersemu-semu merah jambu, aiih ^_^

g a l a u

berat menghalau lamunan yang bergelayut manja !

meretas realitas yang terhampar di depan mata,

yang seolah enggan mencair dan masih saja membeku pongah.

saya sajakah yang mengharu biru di kubikel ini?

pada sebuah ruang tembus pandang yang tak kuasakan sembunyikan apapun yang menghuni kedalamannya.

kecuali hanya satu, yang tak terjamah. yakni RASA!

yang tak terperdaya dengan ratusan janji surga,

tak terpesonakan oleh ragam cara mengumbar citra

semuanya semu  yang memancar dari muka para ketua yang abu-abu

hey, lihatlah disini!

sebuah bingkisan manis berisi serapah buat para pengumbar citra

yang keseringan lupa menjejakkan kakinya di pekarangan rumahnya

yang tak mampu di selami oleh beningnya kaca yang mengelilingi rapat-rapat.

sadarkan para penghamba puji itu, duh Gusti.

person with no (updating) status

namanya Masmio a.k.a miyono, kadang-kadang kalau dia lagi gondrong suka di panggil the last samurai, soalnya kibaran rambutnya kalo di plesetkan mirip Tom Cruise versi agraris :p

Masmio adalah salah satu teman kantor yang bertugas sebagai pendekar pembersih. Berpostur kecil kurus, jasa Masmio luar biasa karena bertanggungajawab penuh agar tidak meninggalkan kotoran dimanapun. Masmio adalah orang yang pertamakali datang, 1 sampai 2 jam lebih awal.

Seisi kantor saya, kecuali husni & masmio, adalah pemakai aktif situs adiktif bernama facebook. Sangat menyenangkan untuk saling berinteraksi melalui fb, dari mentertawakan status sampai saling mencela adalah aktivitas favorit di fb. Komen saya dan teman-teman terbang ke server fb yang mungkin ada di amerika sana hingga membuat saya dan teman-teman sekantor tertawa terbahak di depan monitor kami. Ironisnya, saya dan teman-teman ada di kantor yang sama, meja kami bersebelahan tetapi kadang kami memilih bertegursapa via fb. Bagi saya fb disini adalah candu yang menghangatkan pertemanan kami. Membuat interaksi secara langsung, lebih hidup karena sudah melakukan pemanasan melalui fb.
Baca lebih lanjut

FAKE ! I dont wanna see you again.

Teman baik menurut saya datang dengan sangat sederhana. Ketika seseorang baik untuk seorang lainnya, sebuah hal akan mendorong ke sebuah pertemuan, sebuah obrolan akan mengarahkan kepada sebuah kecocokan, dan semua hal akan mengalir begitu saja. Tulus tidak palsu, jujur, saling menguatkan dan berbagi dalam sebuah kesetaraan. Tidak salah satu lebih dominan dan yang lain mengalah untuk lebih mendengarkan, kemudian menekan egonya sendiri karena ruangan ego temannya sudah kepalang makan tempat.

Teman baik adalah rejeki, tidak bergantung dengan kuantitas tetapi kualitas. Bisa jadi teman kita dalam listing jejaring pertemanan ribuan, tapi tak satupun mampu jadi soulmate kita, bagi saya terlihat konyol dan menyedihkan.
Baca lebih lanjut

belajar dr kesalahan lalu

kmren sore dpt kabar dr temen ex-ktr lama, ktr yg aneh kt nurna :p

hmmm..bukan berita yg bagus dan enak di denger siy, 3 teman yg disitu di’rampingkan” alias sudah tidak dibutuhkan jasa, tenaga & pikirannya untuk kemajuan ktr itu. menurutku sah-sah aja sebuah perusahaan berefisiensi SDM, tapi caranya aja dilakukan dengan lebih beretika.

yang diceritakan seperti ini,

sewaktu mereka gajian tgl 31 ( aku cukup amazed kok dpt gaji maju. aturan gajian kan tgl 1, kl tgl 1 libur biasanya gajiannya mundur, bukannya malah maju–> ingetlah sebuah fatwa, bayarkan upah pegawaimu sebelum keringatnya mengering tidak berlaku disini he..heh ) hati mereka yang riang gembira krn gajian, menguap ketika diberitahukan oleh sang ketua kl mereka bertiga tidak lagi bekerja di replace mediaketawa itu, hiks.
Baca lebih lanjut

lembur

tik..tak..tik..tak…revisi diberikan ketika anak-anak udh mulai membubarkan diri dari kantor, dan riang gembira menyambut wiken ini. ppffft…disini, brg kreatif berpacu menahan diri agar sabar bs terkendali. mungkin saja sabar itu masih dlm genggaman, tapi mata yg berhari-hari berkurang masa terpejamnya. dan sebuah kerinduan untuk menyegarkan pikiran, membuat apa yg lakukan, ketika dicek satu persatu selalu ada salah yang unjuk gigi.

dan tidak berdaya untuk menyandarkan badan, berharap dengan sejumput teh manis bs sedikit menyegarkan. dan apa yg penting dilakukan hari ini adlh segera mnyelesaikan pekerjaan ini. suka atau tidak suka. dan segala yg di butuhkkan untuk istirahat cukup, ketemu ibu di mgl, baca buku, nonton DVD Heroes –> lagi dan lagi, bukan sebuah alasan yg pantas di impikan malam ini.

besok masih ada pekerjaan menumpuk, besok dan besoknya lagi berkutat dlm produksi profile wisata, senin yg tak sepantasnya dibenci adalah waktunya presentasi kontes putri sebuah klinik kecantikan, dan ada pekerjaan yg harus didisposisikan, menyelesaikan kingkom yang selama ini berhasil dengan sukses menyedot waktu, pikiran dan tenaga. dan sebuah klien bermasalah adalah PR yg hrs dituntaskan diawal pekan termasuk mengirimkan properti krn senin mo dipake semuanya.

dan mungkin semua ini kalah kepentingannya, diperbandingkan dg sejumlah desain berjumlah 70-an lebih yg sudah dikerjakan dengan semua mandatory yg dituangkan. berulang revisi dan kesalahan revisi, krn yg merevisi bukan orang yg tahu pa yg diinginkannya. mungkin juga ga cukup untuk diungkapkan, kalaulah usaha kita begitu kerasnya, menuruti keinginan banyak pihak. dan mungkin masih jauh dari sempurna seperti yg seharusnya.

dan semua memang dimenangkan oleh kapitalisme.